IKA UII Sumatera Utara Gelar Acara Temu Alumni Print
Thursday, 24 March 2011 00:00

Reputasi Universitas Islam Indonesia (UII) di dunia pendidikan baik pada level nasional maupun internasional, tak lepas dari peran para alumninya. Alumni UII yang saat ini menjadi pejabat negara seperti Prof. Dr. Moh. Mahfud MD (Ketua Mahkamah Konstitusi RI) ataupun Dr. Busyro Muqoddas (Ketua KPK RI), turut mendongkrak posisi UII menempati peringkat 42 di Asia Tenggara. Hal tersebut diungkapkan Rektor UII, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., dalam acara temu alumni UII di hotel Garuda Plaza, Medan Sumatera Utara, pada Minggu, 20 Maret 2011. Acara reuni yang dihadiri sekitar 20 orang tersebut, dihadiri pula oleh Ketua Mahkamah Konstitusi RI, Prof. Dr. Moh. Mahfud MD.

Dalam sambutannya Prof. Mahfud MD mengatakan, acara temu alumni seperti ini tentunya juga dapat berfungsi untuk mengetahui masukan-masukan dari anggota, agar IKA UII dapat lebih baik dalam memberdayakan alumninya di masa yang akan datang. “Kegiatan reuni ini, juga harus dapat berfungsi sebagai wadah bagi para alumni barunya untuk memasuki dunia kerja. Bila hal tersebut dijalankan, para alumni UII yang baru tentu akan merasa terbantu dalam memasuki dunia kerja,” ungkap Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat IKA UII.

Sementra itu Ketua Pelaksana Harian IKA UII Sumatera Utara, Saleh Idoan Siregar dalam kesempatanya melaporkan, alumni UII sudah melaksanakan banyak kegiatan yang bersifat sosial, bahkan untuk kedepannya IKA UII sudah mempunyai program seminar tentang pemberantasan korupsi dan mendeteksi pelaku korupsi alias koruptor. “Program IKA UII Sumut, diharapkan nantinya dapat membantu kinerja KPK” ujanya.

Pada temu alumni tersebut, Prof. Mahfud MD, membahas bagaimana menciptakan keadilan didalam memimpin baik Negara maupun sebuah organisasi. Sebaiknya acuan tersebut lahir dari kebenaran, karena kalau kebenaran itu sudah muncul menurut hati kita akan mudah menciptakan keadilan yang hakiki. “Artinya adil bagi anda benar bagi orang lain dan untuk menciptakan kedua kondisi ini diperlukan hati yang bersih, jujur dan dapat dipertanggungjawabkan” Prof. Mahfud. (Sumber: Humas UII)

Share this post