ja_mageia

Selamat datang di website IKA UII - sarana berbagi informasi kegiatan alumni Universitas Islam Indonesia
Diskusi Alumni FH UII: Pengembangan Akademik Kampus PDF Print E-mail
Tuesday, 24 January 2012 00:00

Sejumlah alumni Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) menghadiri diskusi dalam rangka pembinaan akademik dan perkembangannya, di Rumah Jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK-RI), Prof. Dr. Mahfud MD, SH., SU., Jl. Widya Candra 3, No. 7, Jakarta Pusat, pada Minggu (22/1). Diskusi dihadiri oleh para alumni FH UII yang saat ini berkiprah di berbagai posisi di tanah air, seperti pejabat pemerintahan, pejabat negara, anggota DPR, serta para lawyer. Pertemuan dimaksudkan untuk saling bertukar informasi, agar nilai-nilai FH UII yang dibawa para alumninya, bisa dijaga dalam pembinaannya ke depan.

Tampak hadir di antaranya Wakil Jaksa Agung RI, Dr. Darmono, SH. MM, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Abdul Haris Semendawai SH. LLM., Hakim Agung RI, Dr. Salman Luthan, SH, MH., Sekretaris Jenderal Komnas HAM, Dr. Masduki Ahmad, SH, MM., Pimpinan KPK, Dr. Busyro Muqoddas, SH., M.Hum., Komisioner Komisi Yudisial, Taufiqurrahman Syahuri, Pengacara, Henry Yoso Diningrat, serta sejumlah alumni FH UII lainnya. Sementara itu dari internal UII diwakili oleh Rektor, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec, Wakil Rektor I, Nandang Sutrisno, SH., MH., LLM, P.hD., Dekan FH, Dr. Rusli Muhammad, SH. M.Hum. beserta jajarannya.

Mengawali acara diskusi Rektor menyampaikan, melalui diskusi diharapkan dapat memperoleh masukan-masukan terkait proses akademik di FH UII, sehingga ke depannya akan melahirkan tokoh-tokoh yang kontributif, yang diakui peranannya di negara ini, yang memiliki ‘keunikan’ dibandingkan dengan  alumni yang lain. Selain itu diskusi juga diharapkan dapat memberikan masukan, terkait rencana universitas, membuka prodi kenotariatan dan prodi pasca sarjana di luar domisili.

Mengawali dari pihak alumni, Dr. Darmono, dalam kesempatannya menyampaikan, komitmen untuk membangun kondisi yang lebih baik dapat disikapi melalui dua sisi kelembagaan. Pertama, selalu berupaya menjadi yang terbaik dengan menyikapi berbagai kekurangan yang ada. Selain itu juga dengan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, bukan hanya di FH tetapi juga pada fakultas yang lain.

Kedua, melalui upaya yang bersifat personal, membuat masing-masing individu merasa terpanggil membangun Universitas. Yakni, bagaimana membangun komitmen jatidiri di masyarakat sebagai alumni UII, menjaga nama baik, sikap prilaku dan kompetensi dimata masyarakat.

“Alumni UII harus lebih baik karena memiliki nilai tambah, dengan tetap membangun kompetensi diri, serta selalu berpegang pada kebenaran, dan jangan sekali-kali menyimpang dari aturan yang ada,” paparnya.

Keberhasilan para alumni lanjut Dr. Darmono, hendaknya selalu dapat diteruskan kepada anak didik sebagai aktor penerus, seperti apa yang telah dicapai para alumni UII, sehingga memiliki nilai kejuangan yang selalu dipegang teguh untuk membangun bangsa ini kedepan.

Sementara itu Dr. Busyro Muqoddas, dalam kesempatannya mengajak para alumni dan pengurus dilingkungan kampus untuk bervikir evaluasi dan prospektif. Menurutnya, perlu untuk dicermati fenomena mahasiswa yang saat ini tidak tertarik pada kegiatan-kegiatan kepemimpinan. Selain itu pada sisi eksternal, perlu mencermati ketidak-adilan sosial politik hukum saat ini, dan dapat merumuskannya secara akademis.

“Bagaimana nasib pola ilmiah pokok ilmu hukum yang dulu sudah dibangun, sejauh mana  implementasinya secara komperehensif, dan dukungan dari kalangan dosen yang tidak hanya menyangkut kurikulum dalam proses pendidikan dan pengajaran saja” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Busyro Muqoddas, menyampaikan pentingnya mengembangkan research yang didasari kepekaan sosial dan empati sosial terhadap situasi ketidak keadilan sosial saat ini. Selain itu, yang juga dinilainya tidak kalah penting, yakni bagaimana FH UII ke depan dapat membuat pusat-pusat studi yang saat ini belum ada.

Abdul Haris Semendawai, dalam kesempatannya juga mengungkapkan, perlunya mengembangkan suasana kampus melalui lembaga organisasi kemahasiswaan. Mahasiswa dituntut untuk tidak memiliki kemampuan dalam hal akademik saja, tetapi juga kemampuan mahasiswa yang lahir dari berbagai keaktifan di berbagai organisasi.

“Mahasiswa seyogyanya selalu didorong untuk terus berfikir, memahami, dan mengerti. Bukan hanya menerima apadanya terhadap situasi tetapi juga mengkritisinya. Berani berpendapat yang nantinya akan bermanfaat ketika terjun di masyarakat,” paparnya. (Sumber : Humas UII)

Share this post

 
Banner
Banner
Banner

Success Story

Follow IKA on Facebook




Banner
Bagaimana menurut anda situs IKA yang baru ?