ja_mageia

Selamat datang di website IKA UII - sarana berbagi informasi kegiatan alumni Universitas Islam Indonesia
Novel Biografi, Untuk Usia Mahfud MD Ke-57 PDF Print E-mail
Tuesday, 13 May 2014 00:00

Jakarta, GATRAnews - “Cahaya-Mu Tak Bisa Kutawar: Novel Biografi Mahfud MD” demikian judul novel biografi karya Aguk Irawan MN. Novel itu menjadi spesial karena diluncurkan Rabu, 13 Mei, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun mantan Ketua MK, Mahfud MD.

"Novel ini setelah acara Pagelaran Budaya Nusantara di Taman Budaya Jogja, sebagai kado ulang tahun untuk Mahfud MD," ungkap koordinator Gerakan Indonesia Satu (GIS), Sumitro Sufian, kepada wartawan.

GIS sendiri merupakan gerakan masyarakat yang mendukung Mahfud MD maju sebagai Capres maupun Cawapres. GIS didukung oleh berbagai elemen seperti DPW IKA UII DIY, Forum Pemuda Lampung, Sahabat Mahfud.

"Gelar Budaya Nusantara 2014 ini diikuti oleh 18 propinsi di Indonesia, dan puncak acara akan diselenggarakan Launching Novel tersebut," tandas relawan Mahfud MD itu.

Dalam novel ini, kata Sumitro, sang penulis berusaha menghidupkan kembali masa lalu Mahfud MD, mengantarkan kita seolah-olah mengalami apa yang dirasakan oleh Mahfud MD dan tokoh-tokoh yang dikisahkan di dalamnya.

"Dengan deskripsi yang detail, percakapan yang imajinatif, penulis mengajak kita menyusuri perjalanan demi perjalanan Mahfud MD yang memiliki segudang semangat, inspirasi, dan pemikiran yang bisa dipetik untuk dijadikan teladan," terangnya.

Dan seumpama cahaya yang mempunyai karakter terukur dan lurus, begitu juga cita-cita keadilan dan kesejahteraan yang menjadi impian Mahfud yang tersaji dalam novel itu.

"Penulis berhasil memahami karakter dan kepribadian Mahfud MD yang pendiam, lurus, dan mempunyai semangat baja untuk mengerjakan sesuatu dan menyelesaikan segenap masalah yang ada di hadapannya. Begitu juga mimpinya untuk andil membangun negeri sesuai dengan kapasitasnya," tambah Sumitro dalam keterangan pers yang diterima GATRAnews.

Dalam pengantar novel tersebut, sastrawan Zawawi Imron menyebut perjalanan hidup Mahfud MD sebagai anak tambeng (nakal) yang berkepribadian cabai.

"Anak tambeng yang pintar mengaji; mengaji pesan agama dan mengaji pesan negeri. Anak tambeng yang tidak hanya pintar berkata-kata atau berkonsep, tapi juga pintar menghayati peran dalam bertindak sesuai dengan ayat suci, wejangan para nabi, dan juga naluri," demikian sekelumit kutipan pengantar Zawawi. (Nhi)

Sumber: www.gatra.com

Share this post

 
Banner
Banner
Banner

Success Story

Follow IKA on Facebook




Banner
Bagaimana menurut anda situs IKA yang baru ?