ja_mageia

Selamat datang di website IKA UII - sarana berbagi informasi kegiatan alumni Universitas Islam Indonesia
Berbicara di UII, Maher Zain Sampaikan tentang Entrepreneurship Berbasis Nilai Islami PDF Print E-mail
Wednesday, 20 November 2013 00:00


Jika biasanya melihat sosok fenomenal Maher Zain tampil membawakan lagu-lagu religi, kini giliran Maher Zain tampil sebagai salah satu pembicara Symposium Moslem Entrepreneurship yang digagas oleh UII bersama Ikatan keluarga Alumni (IKA) UII. Di hadapan ratusan mahasiswa dan hadirin yang sejak Rabu pagi (20/11) telah memadati Auditorium Kahar Muzakkir, kampus terpadu UII, Maher Zain mengajak para generasi muda untuk menjadi spiritual entrepreneur atau wirausahawan yang menjalankan usahanya dengan tetap berpegang pada nilai dan etika bisnis Islam. Di samping Maher Zain, symposium ini juga dihadiri oleh Ketua DPP IKA UII, Prof. Dr. Mahfud MD beserta pembicara kenamaan lainnya, seperti Rina Novita, pengusaha nasional yang juga CEO DNA Productions, dan Mr. Sharif Banna, CEO – Co Founder Awakening Worlwide, perusahaan yang menaungi karya-karya Maher Zain.

Dengan penampilan yang bersahaja, Maher Zain mampu menularkan inspirasinya dengan menceritakan awal mula karirnya. Ia memberi semangat, “Jadilah orang yang sukses, orang kaya, atau orang yang hebat. Namun ingatlah, segala kesuksesan, ketenaran, dan kehebatan kita harus memberi arti dan manfaat bagi kehidupan orang lain”. Filosofi inilah yang menurutnya perlu ditanamkan pada setiap pengusaha muslim dan generasi muda sehingga setiap usaha selalu dilandasi oleh semangat spiritual entrepreneurship.

Pemuda keturunan Lebanon yang besar di Swedia ini juga menuturkan, awalnya ia tak langsung terjun di dunia musik sebagai penyanyi. Namun, besar di negara dengan lingkungan yang sekuler membuatnya merasa harus mencari jati dirinya sebagai seorang muslim. Dari sinilah, ia kemudian mulai mengeksplorasi lagu-lagu religi yang membawa pesan Islami namun dikemas dengan musik RnB yang modern. Kemudian atas dorongan dari teman dan sahabat, barulah Maher mengirimkan lagunya ke produser sehingga membawanya ke puncak kesuksesan seperti sekarang.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sharif Banna, pengusaha dan CEO Awakening Worlwide yang turut mengorbitkan Maher Zain. Ia memaparkan bahwa sebenarnya Islam telah sarat dengan nilai-nilai yang diperlukan dalam dunia usaha, seperti bekerja keras, inovatif, dan pantang menyerah. Namun hal ini rupanya kurang disadari oleh umat Islam sendiri. “Mari kita gali semangat entrepreneurship dari nilai-nilai Islami. Nabi Muhammad pun pada dasarnya adalah businessman dan duta dagang yang cukup sukses di jamannya”, katanya. Banna juga mengingatkan bahwa kesuksesan seseorang hendaknya juga dilandasi semangat untuk berbagi dan meningkatkan kesejahteraan orang lain. Inilah yang sejatinya menjadi landasan moral dan penyemangat bagi seorang moslem entrepreneur.

Sementara itu, pembicara lain Rina Novita, CEO DNA Productions lebih menekankan pentingnya aspek kreativitas, inovasi, dan jeli melihat peluang sebagai keahlian yang harus selalu diasah oleh pebisnis. Ia merupakan aktor di balik suksesnya kartun anak Upin-Ipin di Indonesia dan yang pertama kali mendatangkan Maher Zain. Wanita yang bergerak di bidang konten bisnis ini menceritakan, semula tak ada yang percaya bahwa film Upin-Ipin dan Maher Zain akan populer di tanah air. “Saya hanya niatkan karena keduanya mempunyai nilai edukatif yang bagus dan membawa pesan ke-Islaman maka saya merasa perlu memperkenalkannya ke masyarakat”, ungkapnya.

Sumber: uii.ac.id

Share this post

 
Banner
Banner
Banner

Success Story

Follow IKA on Facebook




Banner
Bagaimana menurut anda situs IKA yang baru ?