ja_mageia

Selamat datang di website IKA UII - sarana berbagi informasi kegiatan alumni Universitas Islam Indonesia
Hadirkan Maher Zain, UII dan IKA UII Gelar Symposium Moslem Entrepreneurship PDF Print E-mail
Saturday, 16 November 2013 00:00

Pelantun tembang religi fenomenal kelas dunia Maher Zain akan hadir dan berbicara dalam simposium bertema moslem entrepreneurship yang diadakan di kampus terpadu UII, Jalan Kaliurang Km. 14,5 Sleman-Yogyakarta, Rabu 20 November 2013. Simposium ini juga menghadirkan Ketua DPP IKA UII, Prof. Mahfud MD yang bertindak sebagai keynotes speaker. Selain dihadiri dua tokoh penting ini, symposium juga akan mengundang sejumlah praktisi bisnis kenamaan dari dalam dan luar luar negeri seperti; CEO Awakening Worldwide (London), Sharif Banna, CEO DNA Productions (Indonesia), Rina Novita, dan Ketua Asmindo sekaligus alumni UII, Ambar Cahyono yang saat ini juga menjabat sebagai Anggota DPR RI. Hadirnya para entrepreneur (wirausahawan) ini diharapkan dapat memberi inspirasi kuat bagi para peserta untuk mengikuti jejak mereka. Symposium ini merupakan hasil kerjasama antara UII dan IKA UII sebagai bagian dari komitmennya terhadap perkembangan dunia kewirausahaan di Indonesia.

Disampaikan oleh Rektor UII, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec dalam jumpa pers yang berlangsung di RM Bong Kopitown, Jl. Sagan Kidul No. 4 Yogyakarta, Sabtu 16 November 2013, Indonesia dengan penduduk yang sebagian besar beragama Islam ternyata belum sepenuhnya memahami tata cara atau etika bisnis secara Islami. Ia mengaku prihatin dengan hal ini. Sebab di satu sisi, perkembangan dunia Islam cukup menggembirakan khususnya dalam pengembangan ilmu ekonomi syariah. Bahkan, kemajuan lembaga keuangan berbasis syariah telah banyak dilirik oleh pengamat dan pelaku ekonomi di dunia Barat. Namun di sisi lain, semangat dan minat umat Islam Indonesia untuk menekuni dunia entrepreneur yang menerapkan nilai serta etika bisnis Islam masih tergolong rendah. “Untuk menjadi negara maju, paling tidak Indonesia harus memiliki minimal 2% entrepreneur dari jumlah penduduk. Sementara di tanah air jumlah entrepreneur kita masih kurang dari 0,4% dari total jumlah penduduk”, ungkapnya prihatin.

 

Adapun dihadirkannya Maher Zain dalam symposium ini juga bukan tanpa alasan. Maher Zain adalah sosok fenomenal yang mendunia dalam blantika musik Islami kontemporer. Pemuda kelahiran Swedia 16 Maret 1981 ini mampu memberikan warna baru dalam musik Islam modern dengan lagu-lagunya yang bercorak RnB (rhythm and blues) namun tetap kental dengan makna religius dan pesan tentang perdamaian yang membumi. Kehadirannya dalam symposium ini diharapkan menarik minat kalangan muda untuk hadir dan belajar tentang dunia enterpreneur.

Lebih lanjut Prof. Edy menambahkan, penyelenggaraan symposium juga merupakan bentuk komitmen UII dalam mendorong terwujudnya lingkungan kampus yang kondusif bagi lahirnya wirausahawan terdidik (entrepreneur university). “UII tak hanya ingin mencetak alumni yang siap bekerja di sektor profesional dan perusahaan tetapi juga alumni yang berani menjadi entrepreneur muda yang sukses”, ucapnya. Perhatian UII untuk mendorong iklim dunia entrepreneur di kampus juga tercermin dalam adanya mata kuliah kewirausahaan yang wajib ditempuh oleh seluruh mahasiswa program S-1 dengan jumlah 2 SKS. Seperti tertuang dalam Peratuan Rektor No: 21/Rek/20/DA/2009 tentang pedoman penyelenggaraan perkuliahan mata kuliah universitas program S-1 untuk program studi di lingkungan UII.

Selain itu Prof. Edy kembali memaparkan bahwa langkah-langkah UII dalam mengembangkan jiwa entrepreneur mahasiswanya juga banyak dilakukan melalui pelatihan dan program kerjasama. Sebagai contoh antara lain: UII menjalin kerjasama dengan PT Bank Mandiri dan PT Pegadaian untuk menyelenggarakan Kompetesi Bisnis Plan di tahun 2012, mengadakan Week Expo Kewirausahaan Mahasiswa yang masih berlangsung sampai sekarang, membentuk Komunitas Wirausaha Mahasiswa (Entrepreneur Society Club) pada bulan Juni 2012, serta menyelenggarakan pelatihan-pelatihan kewirausahaan bagi mahasiswa yang menghadirkan para entrepreneur nasional pada Juni 2013. UII juga mendorong dan memotivasi mahasiswanya untuk aktif mengikuti event Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) yang difasilitasi oleh DIKTI pada September 2013. Berbagai program yang dilaksanakan oleh UII ini telah membuahkan hasil dengan banyaknya alumni UII yang sukses berwirausaha setelah lulus.

Pelaksanaan symposium oleh UII dan IKA UII juga merupakan wujud kepedulian sosial berkenaan dengan pengembangan usaha atau entrepreneurship yang berlandaskan Islam. “Saya optimis, melalui symposium ini kita dapat menyampaikan pesan positif sekaligus memberi pedoman bagi mahasiswa dan masyarakat luas bahwa terjun dalam dunia entreprenur merupakan peluang menjanjikan serta dianjurkan dalam ajaran Islam”, tutur Prof. Edy. Walaupun ajaran Islam sarat dengan anjuran untuk menjadi entrepreneur, dan sejarah Islam pada masa lalu menunjukkan penguasaan peradaban yang tinggi, termasuk dalam berekonomi, namun saat ini harus diakui perekonomian umat Islam masih relatif tertinggal dibanding umat lainnya.

Sumber: uii.ac.id

 


 

Share this post

 
Banner
Banner
Banner

Success Story

Follow IKA on Facebook




Banner
Bagaimana menurut anda situs IKA yang baru ?