ja_mageia

Selamat datang di website IKA UII - sarana berbagi informasi kegiatan alumni Universitas Islam Indonesia
Jokowi, Mahfud MD, dan Syafi’i Maarif Bicara Kepemimpinan dengan Hati PDF Print E-mail
Friday, 28 June 2013 03:12
Rakyat Indonesia saat ini merindukan sosok pemimpin yang memimpin dengan hati dan benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat. Sayangnya, sosok kepemimpinan semacam ini semakin sulit ditemukan di tengah carut marutnya kondisi politik bangsa. Alih-alih menjadi teladan, tak sedikit pemimpin yang justru sibuk berebut kekuasaan dan melupakan rakyat.

Menyikapi keprihatinan ini, Universitas Islam Indonesia dan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII menggagas Seminar Kebangsaan dengan tema “Memimpin dengan Hati” yang diadakan di Auditorium Kahar Muzakkir, kampus terpadu UII pada Jum’at (28/6). Tiga tokoh nasional Ir. Joko Widodo – Gubernur DKI Jakarta, Prof. Dr. Mahfud MD, SH – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI dan Guru Besar Hukum UII, dan Prof. Dr. Syafi’I Maarif, MA – Cendekiawan Muslim menjadi pembicara inti dalam seminar tersebut. Presenter kondang, Rosiana Silalahi tampil sebagai moderator seminar. Ketiga tokoh memaparkan kepemimpinan dengan hati melalui perspektifnya masing-masing.

 

Gubernur DKI Jakarta yang akrab disapa Jokowi mengungkapkan Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang bersikap horizontal atau pemimpin yang menempatkan dirinya sejajar dengan rakyat. Menurutnya pemimpin juga harus berani membuat terobosan dan inovasi dalam menentukan kebijakan. Ia menyebut seringkali kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat tak kunjung terimplementasi lantaran hambatan birokrasi.

“Bangsa kita ini pandai membuat rencana namun selalu terlambat mengeksekusi”, ungkapnya. Ia mencontohkan rencana pembangunan monorail di Jakarta yang selalu molor dan sulit terealisasi. Selain itu, Jokowi juga menyinggung pemimpin yang gemar mengumbar janji namun miskin dalam realisasi. “Pemimpin yang berhasil adalah yang mampu mendekatkan harapan-harapan dan impian-impian rakyat dengan kenyataan”, tandas Jokowi.

Sementara Prof. Dr. Mahfud MD, SH, SU lebih menyoroti praktik demokrasi di Indonesia yang menurutnya telah kehilangan arah. “Demokrasi kita telah dibajak oleh kepemimpinan yang oligarkis dan digunakan hanya untuk kepemimpinan elit”, ungkap Mahfud yang juga menjabat sebagai Ketua IKA UII. Mahfud menjelaskan secara teori demokrasi adalah kepemimpinan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Namun, demokrasi di Indonesia yang berjalan hanya inputnya yaitu dari rakyat, sedangkan outputnya cenderung oleh dan untuk elit saja.

“Kita sudah cukup banyak menelaah teori-teori kepemimpinan namun tidak banyak yang membuahkan hasil sehingga sudah saatnya kita kembali pada kepemimpinan yang memimpin dengan hati bukan dengan ilmu dan retorika saja”, ucapnya.

Mahfud juga menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif untuk memilih pemimpin yang benar-benar mengemban amanah rakyat sesuai dengan amanah konstitusi.

Sedangkan cendekiawan Muslim yang juga tokoh pendidik bangsa, Prof. Dr. Syafi’I Maarif, MA mengkritisi sifat pemimpin saat ini yang tidak lagi mengabdi kepada rakyat namun mengabdi pada syahwat kekuasaan. “Jika pemimpin sudah menjadikan syahwat kekuasaan sebagai tuannya maka hati nurani dan empatinya akan lumpuh”, ungkap tokoh yang akrab disapa Buya ini. Ia juga menambahkan Indonesia membutuhkan pemimpin yang bermental melayani rakyat bukan justru sebaliknya.

Rektor UII, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan wujud kepedulian UII akan kondisi kepemimpinan bangsa. “Kita ingin berkontribusi mewujudkan kepemimpinan yang berkarakter sesuai dengan tema Milad UII yang ke-70”, imbuhnya.

Sumber: uii.ac.id

Share this post

 
Banner
Banner
Banner

Success Story

Follow IKA on Facebook




Banner
Bagaimana menurut anda situs IKA yang baru ?