ja_mageia

Selamat datang di website IKA UII - sarana berbagi informasi kegiatan alumni Universitas Islam Indonesia
Milad UII Ke-70, IKA UII Gelar Reuni Akbar PDF Print E-mail
Saturday, 29 June 2013 00:00

 

Perayaan Milad Universitas Islam Indonesia (UII) ke-70 terasa berbeda dengan perayaan-perayaan Milad sebelumnya. Setelah sebelumnya UII bersama IKA UII menyelenggarakan acara Seminar Kebangsaan menghadirkan nara sumber Gubernur DKI Jakarta Ir. Joko Widodo, Tokoh Muhammadiyah Prof Safii Maarif dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi yang juga Ketua DPP Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII Prof. Moh Mahfud MD, dilanjutkan dengan bakti sosial pasar sembako murah, UII bersama IKA UII menggelar reuni akbar yang dihadiri alumni UII dari berbagai wilayah di Indonesia. Acara reuni bertema “Alumni Pulang kampus” yang digelar di halaman Gedung dr. Soekiman Wirosandjojo, Sabtu malam, 29 Juni 2013, juga dimeriahkan oleh berbagai kegiatan mahasiswa yang tergabung dalam UKM UII.



 

Rektor UII, Prof Edy Suandi Hamid dalam kesempatannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya berbagai acara pada  milad UII yang ke-70 ini, tak terkecuali  agenda yang turut digelar oleh IKA UII. Dalam kesempatan tersebut disampaikan Prof Edy perkembangan UII yang terus menunjukkan tren positif. Seperti halnya apresiasi yang didapat dari masyarakat, dimna UII mendapatkan penilaian yang baik dari lembaga-lembaga pemeringkatan baik Nasional maupun Internasional. Dimana menurut Prof Edy tidak lain juga berkat peran yang ditunjukkan oleh para alumni.

Lebih lanjut disampaikan Prof. Edy, alumni merupakan salah satu variabel atau standar yang dijadikan basis penilaian akreditasi.Oleh karena itulah kita selalu melakukan tresure study untuk menanyakan tentang posisi alumni, dimana dari hal ini memperoleh penilaian yang cukup tinggi hingga akreditasi UII memperoleh nilai yang tertinggi yaitu dengan predikat A. “Di republik ini ada lebih dari 3200 perguruan tinggi baik Negeri maupun Swasta, dan hanya delapan yang memperoleh Akreditasi A, dan termasuk salah satunya adalah UII,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua IKA UII, Prof Mahfud MD dalam kesempatannya menyinggung perkembangan UII yang kian bertambah besar. UII terus berkembang hingga saat ini dan memiliki kampus yang megah dan membanggakan, dimana pada mulanya UII hanya memiliki kampus di Jl. Cikditiro dan juga menyewa gedung untuk aktivitas perkuliahan.

 

Menyinggung sejarah berdirinya UII, pada bulan Februari 1945 Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi),  yang dipimpin KH Hasyim Asyari memutuskan dua keputusan penting. Selain membentuk Hisbullah sidang juga memutus terbentuknya Sekolah Tinggi Islam (STI) yang hingga saat ini berganti nama menjadi UII. “Tujuan STI dalam dokumen keputusan Masyumi membentuk sekolah tinggi islam agar di Republik ini umat Islam dapat menyiapkan kader-kadernya untuk memimpin Bangsa dan Negara,” jelasnya.

Lebih lanjut Prof Mahfud menyampaikan, UII merupakan kombinasi tentang faham ke-Indonesiaan dan ke-Islaman dalam arti yang inklusif. UII memandang bahwa Indonesia adalah negara kebangsaan yang bukan hanya siap menerima  perbedaan antar kelompok-kelompok islam. Seperti Bung karno ketika STI diresmikan padal 8 juli 1945, juga menyampaikan pesannya tentang inklusifisme dan inklusifitas, bagaimana sebagai anak-anak bangsa bersatu tanpa esklusif mengedepankan bahwa aliriran dirinyalah yang paling benar.

“UII menerima perbedaan bahkan juga perbedaan agama, dimana pada waktu zaman Kahar Mudzakkir pada waktu itu sebagai contoh paling otentik kepemimpinan UII, banyak sekali mahasiswa-mahasiswa UII yang pada waktu itu tidak beraga islam. oleh sebab itu sebagai alumni UII dan pengelola UII harus menerima keterbukaan, dan jangan coba-coba perbedaan itu menjadi alat menekan orang lain yang kelompoknya besar,” paparnya.

Dalam acara temu alumni juga tersebut juga dilakukan penyampaian proposal pembuatan buku 100 Tokoh Nasional dan Internasional Alumni UII dari ketua DPP IKA UII kepada DPW  IKA UII Jakarta yang mewakili DPW IKA UII seluruh indonesia.

Sumber: uii.ac.id

Share this post

 
Banner
Banner
Banner

Success Story

Follow IKA on Facebook




Banner
Bagaimana menurut anda situs IKA yang baru ?